JAKARTA, KOMPAS.com — Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, kembali meletus pada Rabu (28/11/2012) dini hari tadi. Sejak dinyatakan awas pada 10 Juli 2011, Lokon setidaknya telah 800 kali meletus.
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi Surono mengatakan, pada pukul 00.000-06.000 Wita, dari pengamatan visual terlihat asap putih tebal menyembur dari Kawah Tompaluan hingga ketinggian 200 meter. Dari aspek kegempaan telah terjadi dua kali gempa tektonik jauh, 1 kali gempa tektonik lokal, 158 kali gempa vulkanik dalam, dan 798 kali gempa vulkanik dangkal.
"Dalam enam jam terakhir terjadi aktivitas gempa vulkanik yang sangat tinggi," katanya.
Selain itu, menurut Surono, terjadi 18 kali gempa embusan dan tremor yang menerus. "Kami merekomendasikan tidak ada aktivitas masyarakat hingga radius 2,5 km dari Kawah Tompaluan," katanya.
Lokon dinyatakan awas sejak 10 Juli 2011. Empat hari kemudian, menjelang tengah malam terjadi letusan. Hutan di sekitar Kawah Tompaluan terbakar sehingga memicu kepanikan masyarakat. Walaupun tidak ada korban jiwa, jumlah pengungsi saat itu mencapai 6.000 jiwa.
"Hingga kini, 28 November 2012, tak kurang 800 kejadian letusan di Lokon," kata Surono. "Untungnya arah angin selalu menjauh dari permukiman sehingga abu vulkanik hasil letusan jatuh di daerah hutan sekitar Gunung Lokon."
Surono mengatakan, Lokon saat ini telah berubah karakternya. "Ini bukan Lokon yang dulu, di mana lama letusan paling lama satu minggu," katanya. Saat ini Lokon meletus nyaris tiada henti.
Surono juga secara pribadi memuji kesabaran dan kewaspadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Utara dan Tomohon serta masyarakat sekitar Gunung Lokon yang senantiasa bekerja sama dalam menuju zero victim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang