Gunung api

Surono: Lokon Kini Bukan yang Dulu Lagi

Kompas.com - 28/11/2012, 08:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, kembali meletus pada Rabu (28/11/2012) dini hari tadi. Sejak dinyatakan awas pada 10 Juli 2011, Lokon setidaknya telah 800 kali meletus.

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi Surono mengatakan, pada pukul 00.000-06.000 Wita, dari pengamatan visual terlihat asap putih tebal menyembur dari Kawah Tompaluan hingga ketinggian 200 meter. Dari aspek kegempaan telah terjadi dua kali gempa tektonik jauh, 1 kali gempa tektonik lokal, 158 kali gempa vulkanik dalam, dan 798 kali gempa vulkanik dangkal.

"Dalam enam jam terakhir terjadi aktivitas gempa vulkanik yang sangat tinggi," katanya.

Selain itu, menurut Surono, terjadi 18 kali gempa embusan dan tremor yang menerus. "Kami merekomendasikan tidak ada aktivitas masyarakat hingga radius 2,5 km dari Kawah Tompaluan," katanya.

Lokon dinyatakan awas sejak 10 Juli 2011. Empat hari kemudian, menjelang tengah malam terjadi letusan. Hutan di sekitar Kawah Tompaluan terbakar sehingga memicu kepanikan masyarakat. Walaupun tidak ada korban jiwa, jumlah pengungsi saat itu mencapai 6.000 jiwa.

"Hingga kini, 28 November 2012, tak kurang 800 kejadian letusan di Lokon," kata Surono. "Untungnya arah angin selalu menjauh dari permukiman sehingga abu vulkanik hasil letusan jatuh di daerah hutan sekitar Gunung Lokon."

Surono mengatakan, Lokon saat ini telah berubah karakternya. "Ini bukan Lokon yang dulu, di mana lama letusan paling lama satu minggu," katanya. Saat ini Lokon meletus nyaris tiada henti.

Surono juga secara pribadi memuji kesabaran dan kewaspadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Utara dan Tomohon serta masyarakat sekitar Gunung Lokon yang senantiasa bekerja sama dalam menuju zero victim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau